Travelling Tak Berbeda dengan Hedonisme?

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLinkedInShare

Epenkah.com – Hedonisme bukan kata asing lagi di Indonesia, berasal dari bahasa Yunani “hedone”, kata ini dalam KBBI diartikan yang merupakan pandangan yang mempunyai anggapan kesenangan & kenikmatan juga sebagai maksud penting dalam hidup. Saking berlebihan dalam kesenangan, tidak jarang kesenangan itu sendiri justru mendatangkan kesedihan. Belakangan ini hedonisme dihubung-hubungkan bersama aktivitas traveling, sampai tidak sedikit orang mempunyai anggapan, traveling cuma menumbuhkan sikap hedonisme.

traveller

Benarkah traveling cuma menumbuhkan sikap hedonisme? Bening Rara, Co-Founder GoArchipelago, menyampaikan, “Berdasarkan pengalaman saya, tak selamanya traveling berhubungan bersama hedonisme, masihlah tidak sedikit anak-anak jejaka yang traveling lantaran mau menggali ilmu budaya, histori, utk lebih kenal sama Indonesia. Iya memang lah ada harga yang mesti dibayar buat traveling, namun pengalaman yang didapat pun mampu lebih memperkaya si traveler itu sendiri,” seperti yang dikutip pada laman Liputan 6 (Rabu, 13 April 2016).

Hal tersebut ternyata juga diungkapkan Nila Tanzil, Pendiri Taman Bacaan Pelangi, satu buah organisasi nirlaba yang konsentrasi mendirikan perpustakaan di daerah terpencil di Indonesia. Bagi dia, hedonis atau tak disaat traveling tergantung terhadap individu masing-masing. Tetapi ia menuturkan ada perbedaan yang amat sangat kentara kepada keduanya.

“Traveling hedonis cuma untuk kesenangan diri sendiri, yang gak ingin ribet, gak ingin capek, yang segalanya serba mudah. Namun ada serta orang yang ingin traveling sambil mau meringankan saudaranya, mau sharing bersama orang lain,” ungkap Nila Tanzil.

Traveling memang lah tak senantiasa berhubungan bersama gaya hidup hedonisme. Sekian Banyak istilah seperti Ecotourism, Cultural Tourism, & Voluntourism menyadarkan tidak sedikit orang, bahwa ada perihal yang lebih utama dari gerakan traveling terkecuali kesenangan semu itu sendiri.

Lalu bagaimana dengan sobat Epenkah sendiri? Apakah suka travelling karena ingin bersenang-senang dan hura-hura atau memang untuk menambahkan pengalaman baru? Ya semua itu tergantung bagaimana kita menyikapinya. Jangan jadikan travelling untuk bergaya dan untuk mengangkat status sosial, tapi gunakanlah kesempatan tersebut untuk benar-benar menambah pengalaman baru.

Comments

comments